<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Znain's Weblog</title>
	<atom:link href="http://znain.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://znain.wordpress.com</link>
	<description>Mulia Wareieh Ranup Lampuan Mulia Rakan Mameieh Suara</description>
	<lastBuildDate>Thu, 16 Sep 2010 03:16:39 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='znain.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://0.gravatar.com/blavatar/a82d5aa582db36fd4f80ad115d05290f?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Znain's Weblog</title>
		<link>http://znain.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://znain.wordpress.com/osd.xml" title="Znain&#039;s Weblog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://znain.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>MAHASISWA DAN RAKYAT ACEH SE-DUNIA MENOLAK RENCANA KOMERSIALISASI FOBA</title>
		<link>http://znain.wordpress.com/2010/09/16/mahasiswa-dan-rakyat-aceh-se-dunia-menolak-rencana-komersialisasi-foba/</link>
		<comments>http://znain.wordpress.com/2010/09/16/mahasiswa-dan-rakyat-aceh-se-dunia-menolak-rencana-komersialisasi-foba/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 16 Sep 2010 03:16:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>znain</dc:creator>
				<category><![CDATA[New's Report]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://znain.wordpress.com/?p=388</guid>
		<description><![CDATA[MAHASISWA DAN RAKYAT ACEH SE-DUNIA MENOLAK RENCANA KOMERSIALISASI FOBA.<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=znain.wordpress.com&amp;blog=3244408&amp;post=388&amp;subd=znain&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://fobaaceh.blogspot.com/?sms_ss=wordpress">MAHASISWA DAN RAKYAT ACEH SE-DUNIA MENOLAK RENCANA KOMERSIALISASI FOBA</a>.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/znain.wordpress.com/388/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/znain.wordpress.com/388/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/znain.wordpress.com/388/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/znain.wordpress.com/388/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/znain.wordpress.com/388/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/znain.wordpress.com/388/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/znain.wordpress.com/388/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/znain.wordpress.com/388/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/znain.wordpress.com/388/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/znain.wordpress.com/388/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/znain.wordpress.com/388/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/znain.wordpress.com/388/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/znain.wordpress.com/388/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/znain.wordpress.com/388/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=znain.wordpress.com&amp;blog=3244408&amp;post=388&amp;subd=znain&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://znain.wordpress.com/2010/09/16/mahasiswa-dan-rakyat-aceh-se-dunia-menolak-rencana-komersialisasi-foba/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5ec89e2709abbd53fa0fdacd80a1b215?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">znain</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PEMBERDAYAAN SUMBER DAYA MANUSIA</title>
		<link>http://znain.wordpress.com/2010/01/02/pemberdayaan-sumber-daya-manusia/</link>
		<comments>http://znain.wordpress.com/2010/01/02/pemberdayaan-sumber-daya-manusia/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 02 Jan 2010 10:10:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>znain</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://znain.wordpress.com/?p=379</guid>
		<description><![CDATA[“Dalam Pengembangan Objek Daerah Tujuan Wisata  Serta Pengusahaan Kawasan Bebas Sabang”. Rencana negara Indonesia menggelar kampanye visit “Indonesia Year 2009”, tentunya juga didukung oleh Kawasan Sabang yang memiliki tujuan yang selaras untuk mengembangkan kotanya sebagai daerah tujuan wisata. Letak kawasan Sabang yang unik dan khusus juga menjadikan posisinya begitu sentral dapat dijadikan sebagai pintu gerbang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=znain.wordpress.com&amp;blog=3244408&amp;post=379&amp;subd=znain&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>“Dalam Pengembangan Objek Daerah Tujuan Wisata  Serta Pengusahaan Kawasan Bebas Sabang”.</p>
<p>Rencana<a href="http://znain.files.wordpress.com/2010/01/copy-of-cimg25411.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-383" title="Copy of CIMG2541" src="http://znain.files.wordpress.com/2010/01/copy-of-cimg25411.jpg?w=117&#038;h=150" alt="" width="117" height="150" /></a> negara Indonesia menggelar kampanye visit “Indonesia Year 2009”, tentunya juga didukung oleh Kawasan Sabang yang memiliki tujuan yang selaras untuk mengembangkan kotanya sebagai daerah tujuan wisata. Letak kawasan Sabang yang unik dan khusus juga menjadikan posisinya begitu sentral dapat dijadikan sebagai pintu gerbang bagi arus masuk investasi, barang dan jasa dari dalam dan luar negeri, tentunya akan sangat berguna bagi peningkatan kesejahteraan ekonomi Aceh khususnya dan rakyat Indonesi pada umumnya. Kawasan sabang juga dapat difungsikan sebagai sentral pengembangan industri, serta sebagai tempat pengumpulan dan penyaluran hasil produksi dari dan keseluruh wilayah Indonesia serta Negara-Negara lain. Sabang juga berpotensi untuk melayani hinterland pulau Sumatera, kemudian dapat memafaatkan  kawasan kerjasama regional Indonesia Malaysia Thailand &#8211; Growth Triangle (IMT-GT) yang beranggotakan 8 provinsi di Thailand, 8 Negeri di Semenanjung Malaysia dan 10 provinsi di Sumatera.</p>
<p><span id="more-379"></span></p>
<p>Perencanaan Pengembangan Kawasan Perdagnagan dan pelabuhan bebas di berbagai belahan dunia akan semakin mendorong terciptanya mekanisme pasar bebas dalam perdagangan dunia, Tercapainya Kesepakatan pembentukan WTO di Marakesh, Maroko, tahun 1992 semakin menyakinkan banyak Negara bahwa era perdagangan bebas sudah tidak dapat terhindar lagi. Oleh karena posisi strategis tersebut kemudian adanya semangat dan kerja keras pemerintah kota Sabang dan Badan Pengusahaan Kawasan Sabang, masyarakat serta pengusaha kalangan Industri untuk mengembangkan pariwisata dan kawasan pelabuhan bebas  adalah suatu hal yang patut diakomodir secara serius.</p>
<p>Dalam perencanaan strategis pengembangan Kawasan harus memiliki standarisasi manajemen yang komperehensif<a href="http://znain.files.wordpress.com/2010/01/dsc01748.jpg"><img class="alignright size-thumbnail wp-image-381" title="DSC01748" src="http://znain.files.wordpress.com/2010/01/dsc01748.jpg?w=150&#038;h=123" alt="" width="150" height="123" /></a> untuk sarana dan prasarana  yang sarat dengan nilai-nilai Islami, hal ini perlu diperhatikan karena latar belakang budaya masyarakat yang sangat sarat dengan nilai-nilai agama Islam. Tentunya pembangunan Kawasan Sabang perlu hati-hati memperhatikan aspek religius yang sangat berakar dalam kehidupan masyarakatnya. Yang dimaksud daerah tujuan wisata bernuansa Islami adalah suatu daerah yang memiliki beberapa objek daerah wisata yang memiliki manajemen pengelolaan yang baik serta prasarana dan sarana yang memiliki standar pendukung terlaksananya kegiatan rekreasi yang diharapkan oleh wisatawan mancanegara serta wisatawan dalam negeri yang menghormati nilai-nilai Islami yang dimiliki oleh masyarakat Kawasan Sabang. Tidak memperhatikan aspek ini akan sangat berpengaruh terhadap kesinambungan perkembangan pariwisata dan pelabuhan bebas Sabang di masa yang akan datang.</p>
<p>Aktivitas sebagai daerah tujuan wisata dan kawasan perdagangan dan pelabuhan terus berjalan di Kota Sabang sebagai wujud dari implementasi perdagangan bebas dan pelabuhan bebas Sabang. Kendati belum sepenuhnya berkembang seperti pelabuhan bebas lainnya, setidaknya telah menumbuh-kembangkan berbagai jenis aktivitas usaha ekonomi warga kota.</p>
<p>Adanya persetujuan dari Departemen Hukum dan HAM (Depkumham) RI yang memberikan izin bagi Provinsi Aceh untuk penerbitan Visa on Arrival (VoA) atau visa kunjungan saat kedatangan di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM), <em>dishub</em><em>komintel.acehprov.go.id (Rabu, 11/11/2009)</em> ini merupakan kemajuan luar biasa bagi Aceh. Peluang tersebut harus benar-benar dimanfaatkan oleh Aceh dengan sebaik mungkin untuk pengembangan sektor kepariwisataan dan investasi khususnya bagi kawasan sabang.</p>
<p>Pengembangan Kota Sabang sebagai daerah tujuan wisata serta kawasan perdagangan dan pelabuhan bebas tentunya memerlukan pendekatan manajerial, teknis dan operasional  tidak terlepas dari salah satu pendekatan saja karena kegiatan pariwisata dan area pelabuhan bebas membutuhkan keterlibatan berbagai sektor kepentingan masyarakat, instansi-instansi pemerintah serta adanya peran serta para stakeholders terutama dari kaum industry Pariwisata maupun industry pelayaran. Sebagai gambaran, pengembangan membutuhkan pendekatan pendekatan Manajerial secara komprehensif yang pada akhirnya adalah menghasilkan Total Quality Manajemen di bidang Pariwisata dan kawasan pelabuhan bebas. Pendekatan manajerial sangat penting dilakukan dalam pengembangan. Dimana manajemen merupakan suatu proses penggunaan sumber daya secara efe<a href="http://znain.files.wordpress.com/2010/01/dsc01745.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-380" title="Foba di Iboeh" src="http://znain.files.wordpress.com/2010/01/dsc01745.jpg?w=252&#038;h=188" alt="" width="252" height="188" /></a>ktif untuk mencapai sasaran. Setiap aspek manajerial juga berbeda, tergantung aspek yang dikaji.</p>
<p>Pendekatan manajemen yang komprehensif untuk pengembangan objek dareah tujuan wisata dan kawasan pelauhan bebas dapat dilakukan melalui pendekatan manajerial secara strategis, melalui beberapa tahapan, baik pengamatan lingkungan eksternal  dan Internal, yang terdiri dari  variabel- variabel kesempatan dan ancaman  yang  berada  di   luar kawasan pengembangan dan  tidak secara khusus ada dalam pngendalian jangka pendek dari manajemen puncak sebagai pengelola kawasan tersebut yang mencakup lingkungan social untuk pengamatan terhadap elemen-elemen atau kelompok yang secara langsung berpengaruh atau dipengaruhi oleh lingkungan tugas untuk pengamatan  terhadap  kekuatan umum tidak berhubungan langsung  dengan  aktivitas-aktivitas jangka pendek pengembangan kawasan tetapi  dapat   dan  sering mempengaruhi keputusan-keputusan jangka panjang dari objek yang bersangkutan.</p>
<p>Norma-norma kawasan bebas secara  khusus memunculkan dan   mendefinisikan perilaku yang dapat diterima anggota dari manajemen puncak sampai karyawan operatif. dan Sumber Daya untuk melakukan pengamatan   terhadap  sumber daya yang berupa aset yang merupakan bahan baku bagi objek pengembangan serta merumuskan Strategi,  rumusan perencanaan komprehensif tentang bagaimana pengembangan kawasan akan mencapai misi dan tujuannya. Dalam hal ini yang terpenting adalah bagaimana merumuskan kebijakan menyediakan pedoman luas untuk pengambilan keputusan secara keseluruhan yang berorientasi kepada pemberdayaan Sumber daya manusia dari berbagai sector yang ada di wilayah Sabang dapat dimamfaatkan dari beberapa spek pengelolaan manajemen secara efektif.</p>
<p>Setelah pengkajian dari beberapa aspek tersebut di atas maka dalam Implementasi Strategi proses dimana manajemen mewujudkan strategi dan kebijakannya dalam tindakan melalui pengembangan program, anggaran, dan prosedur dalam suatu pengemabngan Kawasan. Setiap  program  akan  dinyatakan secara rinci dalam biaya, yang  dapat digunakan oleh manajemen untuk merencanakan dan mengendalikan. Membuat Prosedur Standar Operasional (SOP) langkah-langkah atau  teknik-teknik  yang berurutan  menggambarkan secara rinci bagaimana suatu tugas atau pekerjaan diselesaikan dalam suatu pengembangan Kawasan. Setelah dilakukan implementasi kemudian melakukan Evaluasi dan Pengendalian proses melalui aktivitas-aktivitas suatu Kawasan dan hasil kinerja sesungguhnya dibandingkan dengan kinerja yang diinginkan dalam sebuah pengembangan kawasan pelabuhan bebas dan objek daerah tujuan wisata.</p>
<p>Pemberdayaan sumber daya manusia sabang Dalam berbagai bidang dapat menjadikan wirausaha kreatif yang<a href="http://znain.files.wordpress.com/2010/01/sumur-tiga.jpg"><img class="alignright size-thumbnail wp-image-384" title="Sumur tiga" src="http://znain.files.wordpress.com/2010/01/sumur-tiga.jpg?w=150&#038;h=112" alt="" width="150" height="112" /></a> dilakukan memlalui beberapa aspek strategis dari perencanaan manajemen dalam mengupayakan pengemabngan dan pengusahaan  kawasan melalui pendekatan manajerial pengembangan Kawasan pelabuhan bebas dan objek daerah tujuan wisata di Sabang, tentunya dengan menerapkan beberapa aspek manajemen yang di mulai dari sebuah Perencanaan Kawasan Pelabuhan Bebas dan Objek Daerah Tujuan Wisata Alam dan Budaya Berdasarkan Standarisasi Fasilitas Pariwisata, Manajemen Pemasaran Kawasan Pelabuhan Bebas dan Objek Wisata, Manajemen Total Kualitas Jasa Pada Kawasan Pelabuhan Bebas dan Objek Daerah Tujuan Wisata, Manajemen Destinasi Kawasan Pelabuhan Bebas dan Daerah Tujuan Wisata, tentunya dari beberapa aspek manajemen tersebut diatas tidak terlepas peran dan fungsi dari manajemen sumber daya manusia akan bisa di tempatkan untuk mengisi berbagai posisi  strategis di berbagai level dalam sebuah pengusahaan kawasan dalam menyongsong kawasan pelabuhan bebas sabang tersebut, sehingga pembangunan kawasan ini dapat berlangsung secara berkesinambungan.</p>
<p><em> </em></p>
<p><em>Penulis adalah : Mahasiswa Program Magister Manajemen Transport</em><em> </em><em>(STMT) Trisakti &#8211; Jakarta. Tulisan ini telah d muat di </em><a rel="nofollow" href="http://id.acehinstitute.org/index.php?option=com_content&amp;view=article&amp;id=685:pemberdayaan-sdm-bangun-objek-wisata-sabang-&amp;catid=58:features--sabang-corner&amp;Itemid=79" target="_blank">acehinstitute.org</a></p>
<p><a rel="nofollow" href="http://id.acehinstitute.org/index.php?option=com_content&amp;view=article&amp;id=685:pemberdayaan-sdm-bangun-objek-wisata-sabang-&amp;catid=58:features--sabang-corner&amp;Itemid=79" target="_blank">http://id.acehinstitute.org/index.php?option=com_content&amp;view=article&amp;id=685:pemberdayaan-sdm-bangun-objek-wisata-sabang-&amp;catid=58:features&#8211;sabang-corner&amp;Itemid=79</a></p>
<p>Hak Cipta Terlindungi © Copyrights by The Aceh Institute | Bila mau mengutip, mengacu, menggunakan, dan menyebarluaskan isi website ini harus sesuai seizin penulis asli dan &#8220;Aceh Institute&#8221; sebagai sumber otentik.| WWW.ACEHINSTITUTE.ORG| 241209.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/znain.wordpress.com/379/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/znain.wordpress.com/379/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/znain.wordpress.com/379/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/znain.wordpress.com/379/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/znain.wordpress.com/379/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/znain.wordpress.com/379/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/znain.wordpress.com/379/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/znain.wordpress.com/379/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/znain.wordpress.com/379/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/znain.wordpress.com/379/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/znain.wordpress.com/379/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/znain.wordpress.com/379/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/znain.wordpress.com/379/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/znain.wordpress.com/379/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=znain.wordpress.com&amp;blog=3244408&amp;post=379&amp;subd=znain&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://znain.wordpress.com/2010/01/02/pemberdayaan-sumber-daya-manusia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5ec89e2709abbd53fa0fdacd80a1b215?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">znain</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://znain.files.wordpress.com/2010/01/copy-of-cimg25411.jpg?w=117" medium="image">
			<media:title type="html">Copy of CIMG2541</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://znain.files.wordpress.com/2010/01/dsc01748.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">DSC01748</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://znain.files.wordpress.com/2010/01/dsc01745.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Foba di Iboeh</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://znain.files.wordpress.com/2010/01/sumur-tiga.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">Sumur tiga</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>ARAH  STRATEGIS RAKYAT ACEH DALAM PILPRES 8 JULI 2009 &#8220;Menentukan Masa Depan Aceh&#8221;</title>
		<link>http://znain.wordpress.com/2009/06/28/dibutuhkan-pemimpin-yang-kreatif-inovatif/</link>
		<comments>http://znain.wordpress.com/2009/06/28/dibutuhkan-pemimpin-yang-kreatif-inovatif/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 28 Jun 2009 03:44:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>znain</dc:creator>
				<category><![CDATA[New's Report]]></category>
		<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://znain.wordpress.com/2009/06/28/dibutuhkan-pemimpin-yang-kreatif-inovatif/</guid>
		<description><![CDATA[Panel Forum: Ikatan Mahasiswa Pascasarjana (IMPAS) Aceh-Jakarta Ikatan Mahasiswa Pascasarjana (IMPAS) Aceh-Jakarta bekerja sama dengan Pusat Penelitian Politik LIPI (P2P-LIPI) menyelenggarakan Panel Forum. Dengan tema Arah Strategis Rakyat Aceh Dalam Pilpres 8 Juli 2009, pada Kamis, tanggal 25 Juni 2009 di Gedung Seminar LIPI Jakarta. Acara Panel di mulai pukul 09.00 sampai dengan pukul 17.00 [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=znain.wordpress.com&amp;blog=3244408&amp;post=374&amp;subd=znain&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Panel Forum: Ikatan Mahasiswa Pascasarjana (IMPAS) Aceh-Jakarta</p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-373" title="Panel Forum" src="http://znain.files.wordpress.com/2009/06/sdc11315.jpg?w=308&#038;h=171" alt="Panel Forum" width="308" height="171" />Ikatan Mahasiswa Pascasarjana (IMPAS) Aceh-Jakarta bekerja sama dengan Pusat Penelitian Politik LIPI (P2P-LIPI) menyelenggarakan Panel Forum. Dengan tema Arah Strategis Rakyat Aceh Dalam Pilpres 8 Juli 2009, pada Kamis, tanggal 25 Juni 2009 di Gedung Seminar LIPI Jakarta. Acara Panel di mulai pukul 09.00 sampai dengan pukul 17.00 WIB. Yang dihadiri oleh 250an peserta dari berbagai elemen masyarakat Aceh, mahasiswa, organisasi/lembaga keacehan dan non Aceh. Acara panel tersebut di bagi dalam tiga sesi yaitu pembukaan/serimonial, panel forum sesi pertama dan sesi kedua serta penutup. Sesi pembukaan: dibuka oleh Bapak Sahyan Asmara Deputi Pemuda dan Olah Raga Kementerian Pemuda Dan Olah Raga. Sambutan juga diberikan oleh Bupati Aceh Utara Tgk. Ilyas A. Hamid yang mewakili bupati/walikota di Aceh. Dalam sambutannya Tgk. Ilyas menekankan pada aspek perdamaian dan harapan amannya Pilpres di Aceh dan seluruh Indonesia. Dari Impas Aceh-Jakarta sekaligus ketua panitia Kamaruddin Hasan dalam sambutannya menekankan bahwa Aceh telah mengalami banyak fase dan momentum harapan kemajuan Aceh ke depan. Momentum Sejarah Aceh, proses damai yang melelahkan, MoU Helsinki, Pilkada, Pemilu legeslatif dan momentum Pilpres.</p>
<p>Dalam sesi panel forum pertama menampilkan tim sukses JK-Win Indra J. Piliang dan dari SBY-Boediono, menampilkan Muslim yang dipandu oleh Kamaruddin Hasan sebagai moderator. Indra J.P, menguraikan keberhasilan JK dalam proses damai Aceh, bahwa  persoalan Aceh menjadi perhatian yang sangat serius bagi JK. Dan JK lah yang mengurai benang kusut Aceh. Sedangkan SBY tidak begitu paham tentang Aceh. Aceh menjadi sangat penting bagi JK, walau secara kuantitas hanya 2jutaan pemilih namun secara kualitas Aceh menjadi wacana yang sangat menarik, dalam kampaye isu Aceh digunakan hamper 50 persen. Dan saling mengkalim keberhasilan. Muslim, membantah bahwa bukan hanya JK yang berjasa dalam penyelesaiaan Aceh, namun atas persetujuan dan perintah SBYlah konflik Aceh diselesaikan. Dalam sesi ini terjadi perdebatan yang demokratis, dengan banyaknya peserta yang ingin memberikan komentar dan pertanyaan, membuat kamaruddin Hasan kualahan mengatur waktu, sampai jam 13.30 baru bisa di hentikan. Dalam sesi ini, hal yang menarik dikomentari oleh sekjen IMPAS Aceh Jakarta Zulkarnaini Abdullah, bahwa Aceh sekarang tidak membutuhkan penguasa yang otoriter, dengan hegemoni, dan pola kerja yang top down, namun dibutuhkan pemimpin yang kreatif, inovatif dan yang penting dekat dengan kalangan pemuda sebagai agen perubahan Bangsa.</p>
<p><span id="more-374"></span></p>
<p>Selesai makan siang, sebelum sesi kedua dimulai, DR.Ir. Mustafa Abubakar sebagai sesepuh Masyarakat Aceh-Jakarta dan ketua Bulog RI  memberikan ceramahnya tentang masa depan Aceh pasca Pilpres 2009. Mantan Gubernur Aceh ini menjelaskan bahwa yang penting Aceh sekarang sudah aman dan damai sudah ditangan, hikmah tsunami sebagai kuasa Allah yang menimbulkan solidaritas global dan juga timbulnya damai. Aceh masih kaya akan sumber daya alam namun kita mesti berpikir pasca sumber daya alam, karena SDA bisa habis, sumber daya manusia lebih penting. Aceh sudah memiliki modal untuk membangun dan mencapai kemakmuran dengan implementasi MoU lahirnya UUPA yang harus diperkuat dengan PP dan Qanun.  Aceh mesti membangun kembali SDM dengan poros  Darussalam, Ilmuan mesti terlibat dalam pemerintahan dan lembaga-lembaga lain. Mapping kebutuhan SDM mendesak dilakukan di Aceh, karena banyaknya Ilmuan menjadi syuhada ketika tsunami dan konflik.</p>
<p>Sesi kedua panel forum menampilkan Wakil Gubernur M. Nazar, S.Ag dengan makalah “Pilpres 2009 Harus Melahirkan Pemimpin Bangsa, Bukan Sekedar Penguasa”. Prof. DR. Ikrar Nusa Bhakti pengamat politik LIPI, M. Nasir Jamil, S.Ag dari Forbes DPR-RI Aceh, Muara Siraid Anggota DPR-RI juga sebagai Tim Sukses Mega-Prabowo dan Fakrul Tripa mewakili KPA yang di damping oleh Arief Jamaluddin, M.Si.</p>
<p>Wagub, menjelaskan, diperlukan pemahaman kembali tentang Aceh secara menyeluruh, Aceh mesti dilihat suatu identitas politik, etnisitas, sosial budaya, hukum dan ekonomi yang sudah lama terbentuk sebagai sebuah dialektika sejarah yang berkesinambungan. Aceh telah melalui fase-fase proses damai yang sangat melelahkan, dengan pengorbanan yang tiada henti. Untuk itu momentum yang ada tersebut menjadi tahapan baru dalam membangunAceh  yang demokratis, berkesinambungan dan bermartabat. Kita ketahui konflik di Aceh berakhir di meja perundingan bukan dengan pola militeristik. Maka kita perlu memaksimalkan momentum yang ada, termasuk momentum perdamian termasuk Pilpres 2009. Kita membutuhkan pemimpin bangsa yang bukan sekedar penguasa, dengan melakukan menjaga perdamian dan pembangunan secara berkelanjutan dengan melibatkan masyarakat Aceh secara aktif terutama di tingkat Nasional. Penguatan desentralisasi dan UUPA dengan PP dan Qanun. Pemimpin Bangsa yang mampu menjadi fasilitator dan mediator bagi berbagai masalah bangsa, khsususnya Aceh dengan semangat yang tinggi terhadap perdamian dan hak-hak rakyat Aceh. Maka Siapapun Presiden dan Wakil Presiden nanti harus dapat memahami kelebihan dan kekurangan Aceh, serta melihat lagi sejarah terdahulu Aceh sehingga mampu mempertahankan perdamaian dan melanjutkan pembangunan secara berkesinambungan. M. Nasir Jamil, berpendapat bahwa siapaun yang menjadi Presiden dan Wakil Presiden nanti dapat mewujudkan otonomi khusus yang benar-benar khusus bagi Aceh dengan UUPA, sehingga Aceh bisa menjadi model bagi otonomi di Indonesia. Rakyat Aceh bisa mencermati Pilpres kedepan siapa yang sesuai dengan pribadi masing-masing. Aceh dapat lebih baik dengan tidak melihat kelebihan dan kekurangan siapa yang memimpin nanti. Prof. Ikrar, Pemerintahan Aceh di pimpin Irwandi-M. Nazar merupakan generasi I (pertama) dimana dipilih oleh rakyat dimasa era baru  di Aceh pasca konflik. Rakyat Aceh dapat mengetahui mana pimpinan yang lebih baik untuk Aceh. Fahrul Tripa, untuk memilih pimpinan kedepan diwajibkan pemimpin yang yang amanah, fatanah dan fisioner dalam menjalankan kepemimpinan. Ciri-ciri negara yang bermasalah, menurutnya pimpinan tidak mermoral, pimpinan bermasalah, KKN, Pemerintah kehilangan wibawa dimata rakyat, kepercayaan internasional memudar, mengembalikan Aceh dengan mempunyai Identitas yang jelas, Aceh yang bermartabat dan menjalankan amanah dari UUPA, juga diisi dan menjalankan cita-cita rakyat Aceh. Mauara Siraid, melakukan trobosan bagi Indonesia, arah mana yang dituju. Dalam proses ketidakadilan rakyat Aceh kami sangat memperjuangkan keinginan rakyat Aceh dan melihat reputasi dan kridebilitas pimpinan nantinya. Ada dua hal yang dapat diperjuangkan yaitu dengan mendorong diperbesar anggaran masuk ke Aceh, anggaran tersebut dapat mempunyai dampak yang baik bagi kemiskinan dan pengangguran, dan itu akan kami lakukan. Saya kira rakyat Aceh, masing-masing kita punya pilihan. Perdebatan kemudian muncul berkenaan dengan UUPA, PP, Qanun. Nama Aceh, Perdamian dan pendidikan. Ketua Impas Aceh-Jakarta A. Murtala, M.Si, juga memberi tanggapan menekankan figure pemimpin bangsa, baginya pemimpin bangsa kedepan yang mampu menterjemahkan multikulturalisme dan fluralisme bangsa Indonesia.</p>
<p>Kesimpulan panel forum:<br />
Aceh telah melalui pengalaman sejarah yang gemilang dan juga pengalaman  yang mengakar terhadap konflik Aceh sepanjang sejarah. Momentum kedua adalah gempa dan tsunami yang terjadi di Aceh pada 26 Desember 2004. Mumentum ketiga, Memorandum of Understanding (MoU) Damai di Helsinski tepatnya pada 15 Agustus 2005. tempat menggantungkan masa depan rakyat Aceh. Keempat, Pilkada yang berlangsung 11 Desember 2006 secara demokratis. Para pemimpin yang terpilih dapat dikatakan sebagai representasi terbaik keinginan rakyat. Momentum kelima adalah lahirnya Enam Partai Lokal yang lolos verifikasi faktual KPU pusat, salahnya satunya adalah Partai Lokal mantan GAM. Momentum keenam, tingginya dinamika perpolitikan Aceh dalam pemilu legislatif 2009 dan Partai Aceh mengungguli ke lima Partai Lokal lainnya.  Momentum ketujuh adalah strategi rakyat Aceh dalam menentukan Presiden dan wakil Presiden pada Pilpres 8 Juli 2009, mengingat bertahan tidaknya damai Aceh juga sangat tergantung pada Pemerintah baru yang akan terpilih dalam Pilpres 2009.</p>
<p>Untuk itu, pelibatan semua komponen masyarakat Aceh dalam proses perdamaian dan pembangunan berkelanjutan Aceh secara bermartabat merupakan perekat yang dapat mencegah rusaknya perdamaian. Mendesak kita lakukan sebagai langkah preventif adalah penyadaran kita semua dan publik.  Harapannya agar semua menyadari betapa mahalnya harga perdamaian yang telah kita capai ini, dan cita-cita mempermanenkan kedamaian. Catatan ini hendak menyegarkan ulang memori kita tentang satu alternatif pemikiran agar Aceh bisa meninggalkan masa transisi ini se-segera mungkin. Intervensinya diarahkan pada usaha menemukan domain yang lebih efektif. Untuk itu, siapapun yang akan terpilih menjadi Presiden dan Wakil Presiden RI dalam Pilpres 8 Juli 2009 harus tetap konsisten dan senantiasa berkomitmen untuk menjaga perdamaian abadi di Aceh serta membangun Aceh secara berkelanjutan, demokratis dengan konsep desentralisasi. Pemerintah Pusat dan daerah mesti dengan serius ihklas dan tetap konsisten untuk mengimplimentasikan butir-butir MoU Helsynki 15 Agustus 2005 dalam setiap kebijakan tentang Aceh. Pemerintah Pusat dan daerah mesti fokus terhadap agenda-agenda pembangunan berkelanjutan dan pemberdayaan masyarakat yang sudah direncanakan untuk Aceh pasca konflik dan tsunami. MoU Helsinki 15 Agustus 2005 harus dijadikan sebagai titik awal dan momentum menuju perdamaian abadi di Aceh. Kepada semua elemen dan komponen bangsa dan masyarakat harus membangun rasa saling percaya dalam menuju pembangunan masa depan Aceh yang berkeadilan ekonomi, politik dan sosial budaya.</p>
<p>Sekretaris IMPAS Aceh &#8211; Jakarta</p>
<p>Zulkarnaini Abdullah</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/znain.wordpress.com/374/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/znain.wordpress.com/374/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/znain.wordpress.com/374/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/znain.wordpress.com/374/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/znain.wordpress.com/374/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/znain.wordpress.com/374/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/znain.wordpress.com/374/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/znain.wordpress.com/374/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/znain.wordpress.com/374/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/znain.wordpress.com/374/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/znain.wordpress.com/374/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/znain.wordpress.com/374/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/znain.wordpress.com/374/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/znain.wordpress.com/374/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=znain.wordpress.com&amp;blog=3244408&amp;post=374&amp;subd=znain&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://znain.wordpress.com/2009/06/28/dibutuhkan-pemimpin-yang-kreatif-inovatif/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5ec89e2709abbd53fa0fdacd80a1b215?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">znain</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://znain.files.wordpress.com/2009/06/sdc11315.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Panel Forum</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Strategi Aceh Dalam Memilih Capres-Cawapres 2009 (Menentukan Masa Depan Aceh)</title>
		<link>http://znain.wordpress.com/2009/06/08/strategi-aceh-dalam-memilih-capres-cawapres-2009-menentukan-masa-depan-aceh/</link>
		<comments>http://znain.wordpress.com/2009/06/08/strategi-aceh-dalam-memilih-capres-cawapres-2009-menentukan-masa-depan-aceh/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Jun 2009 14:26:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>znain</dc:creator>
				<category><![CDATA[New's Report]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://znain.wordpress.com/?p=368</guid>
		<description><![CDATA[Dialog IMPAS (Ikatan Mahasiswa Pascasarjana IMPAS Aceh – Jakarta ) Pada hari senin 8 Juni 2009 di Jakarta dengan tema “Strategi Aceh dalam menentukan Capres-Cawapres 9 Juli 2009”. Dialog dipandu oleh Kamaruddin Hasan dan Zulkarnaini Abdullah. Mencermati tiga  kendidat pasangan Capres cawapres (SBY-Boediono, Megawati-Prabowo dan JK-Wiranto) tentunya akan muncul pertanyaan  khususnya bagi Aceh, mana yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=znain.wordpress.com&amp;blog=3244408&amp;post=368&amp;subd=znain&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Dialog IMPAS (Ikatan Mahasiswa Pascasarjana IMPAS Aceh – Jakarta ) Pada hari senin 8 Juni 2009 di Jakarta dengan tema “Strategi Aceh dalam menentukan Capres-Cawapres 9 Juli 2009”. Dialog dipandu oleh Kamaruddin Hasan dan Zulkarnaini Abdullah.</p>
<p style="text-align:justify;">Mencermati tiga  kendidat pasangan Capres cawapres (SBY-Boediono, Megawati-Prabowo dan JK-Wiranto) tentunya akan muncul pertanyaan  khususnya bagi Aceh, mana yang paling baik untuk masa depan Aceh? Masing-masing pasangan  mempunyai kelemahan namun juga telah memiliki  sejumlah  kelebihan. Dalam dialog tersebut mengemuka dua pasangan yaitu SBY-Boediono dan JK-Wiranto. SBYdan JK, lewat tangan merekalah sehingga mampu menghentikan konflik berkepanjangan di bumi tanah Iskandarmuda dengan adanya perjanjian MoU Helsinki 15 agustus 2005. Mereka sama-sama berjasa dalam proses damai Aceh. Hingga saat ini SBY dan JK masih diyakini bahwa meraka merupakan tokoh yang sangat dikagumi oleh Rakyat Aceh saat ini. Namun popularitas JK dibanding SBY di Aceh, JK masih kalah popular. Kamaruddin Hasan menyebutkan, SBY dan JK masih menjadi tokoh sentral oleh rakyat Aceh sebagai dewa penolong. Yang disayangkan bahwa peran JK yang begitu besar dalam proses damai Aceh hanya dipahami pada lapisan menengah keatas. Pada bagain pasangan Megawati-Prabowo boleh dikatakan sangat tipis peluangnya. Karena pada saat pemerintahan Megawati rakyat Aceh merasa trauma  karena  telah menerapkan darurat sipil. Disnilah pihak PA dan rakyat Aceh membenci kehadiran Megawati. Namun disisi lain Prabowo telah banyak dikenal oleh masyarakat Aceh. Hingga saat ini rakyat Aceh  yang pro NKRI  masih banyak menyimpan charisma.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-368"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Pada tataran praktis politisi sipil PA/KPA sebagai mesin politik yang kuat di Aceh saat ini, masih terjadi perbedaan  dukungan tehadap capres dan cawapres. Satu sisi ada yang mendukung sosok SBY tapi sisi lain ada yang cenderung mendukung JK. Namun pihak PA-KPA pasti akan lebih cermat melihat  pasangan mana yang akan lebih berpeluang untuk dapat dijadikan rekan kerja di Jakarta. Dalam hal ini PA di Aceh akan ada tarik menarik kepantingan dan memperhitungkan peluang. Dua kepentingan kontras  tersebut akan menjadi dilema jika para politisi PA-KPA di Aceh tidak cermat dalam mengambil langkah demi langkah menganalisis peluang para capres-cawapres yang akan terpilih.  Arief Jamaluddin, A. Murtala dan T. Salsabil Ali dalam forum diskusi tersebut menyatakan bahwa mesin Politik PA masih sangat efektif mempengaruhi suara Rakyat Aceh. Kemana arah angin PA-KPA kesitu pula arah rakyat Aceh. Kamaruddin menggaris bawahi bahwa analisis strategis peluang Capres-cawapres kalangan PA-KPA mutlat diperlukan demi kepantingan masa depan Aceh. Kekuatan PA terbukti kuat di Aceh, jadi jangan salah membawa rakyat Aceh, rakyat mesti cerdas dalam menentukan pilihan. Politik memang susah diprediksi, terutama di Aceh. Hasil prediksi diatas kertas selalu meleset dari perhitungan sebenarnya. Contohnya ketika Pilkada 2006 di Aceh Irwandi-Nazar memenangkan pemilihan. Akankah terulang lagi sejumlah kejutan pada Pilpres 9 juli 2009. Namun siapapun yang akan terpilih  jadi Presiden dan wakil presiden pada periode 2009 hingga 2014 nanti, diharapkan dapat membawa Aceh lebih maju dan bermartabat.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/znain.wordpress.com/368/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/znain.wordpress.com/368/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/znain.wordpress.com/368/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/znain.wordpress.com/368/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/znain.wordpress.com/368/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/znain.wordpress.com/368/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/znain.wordpress.com/368/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/znain.wordpress.com/368/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/znain.wordpress.com/368/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/znain.wordpress.com/368/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/znain.wordpress.com/368/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/znain.wordpress.com/368/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/znain.wordpress.com/368/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/znain.wordpress.com/368/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=znain.wordpress.com&amp;blog=3244408&amp;post=368&amp;subd=znain&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://znain.wordpress.com/2009/06/08/strategi-aceh-dalam-memilih-capres-cawapres-2009-menentukan-masa-depan-aceh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5ec89e2709abbd53fa0fdacd80a1b215?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">znain</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Siaran Pers &#8211; Intelektual Aceh Pertanyakan Data BRR</title>
		<link>http://znain.wordpress.com/2009/02/15/siaran-pers-intelektual-aceh-pertanyakan-data-brr/</link>
		<comments>http://znain.wordpress.com/2009/02/15/siaran-pers-intelektual-aceh-pertanyakan-data-brr/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Feb 2009 02:19:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>znain</dc:creator>
				<category><![CDATA[New's Report]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://znain.wordpress.com/?p=361</guid>
		<description><![CDATA[Jakarta &#8211; Ketua Ikatan Mahasiswa Pasca Sarjan (IMPAS) Aceh-Jakarta Kamaruddin Hasan dan Indra Gunawan Pengurus Ikatan Mahasiswa dan Pemuda Aceh (IMAPA) Jakarta mempertanyakan kegiatan yang diadakan oleh Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) Aceh-Nias di Jakarta sejak 13-14 Februari. Pasalnya laporan BRR Aceh Nias menyatakan 93 persen keberhasilannya merekonstruksi dan merehabilitasi Aceh-Nias. &#8220;Bagaimana keakuratan data ini [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=znain.wordpress.com&amp;blog=3244408&amp;post=361&amp;subd=znain&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-362" title="Kamaruddin Hasan" src="http://znain.files.wordpress.com/2009/02/ssl16705.jpg?w=193&#038;h=233" alt="Kamaruddin Hasan" width="193" height="233" />Jakarta &#8211; Ketua Ikatan Mahasiswa Pasca Sarjan (IMPAS) Aceh-Jakarta Kamaruddin Hasan dan  Indra Gunawan Pengurus Ikatan Mahasiswa dan Pemuda Aceh (IMAPA)  Jakarta  mempertanyakan kegiatan yang diadakan oleh Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) Aceh-Nias di Jakarta sejak 13-14 Februari. Pasalnya  laporan BRR Aceh Nias menyatakan 93 persen keberhasilannya merekonstruksi dan merehabilitasi Aceh-Nias. &#8220;Bagaimana keakuratan data ini dengan kenyataan di lapangan. Anda menipu nilai-nilai kemanusiaan Anda dengan merayakan kemanusiaan,&#8221; ungkap Kamaruddin Hasan yang didampingin oleh Indra kepada jurnalis, Sabtu (14/2).</p>
<p>Kamaruddin menyatakan acara A celebration of humaty yang dilaksanakan di JCC Jakarta, juga tidak jelas exsitstrateginya tidak sesuai dengan tujuan membangun aceh pasca tsunami oleh BRR. Acara ini hanya menjauhkan realitas yang sebenarnya di Aceh. &#8220;Mestinya korban atau rakyat Aceh yang harus terlibat secara langsung dan dibuat di Aceh. Acara ini hanya dinikmati oleh kelas menengah ke atas saja dengan biaya milyaran rupiah. Acara ini hanya untuk  cari muka,&#8221; tambah mahasiswa Pasca Sarjana Universitas Indonesia..</p>
<p><span id="more-361"></span></p>
<p>Hal senada juga disampaikn oleh Indra yang menuturkan, dengan masa kerja hanya 60 hari lagi semestinya apapun kegiatan harus di Aceh/Nias. Acara dibuat di Jakarta, kalangan organisasi kepemudaan Aceh di Jakarta tidak diundang, jadi akan sulit ketika acara ini dikatakan merepresentasikan Aceh. &#8220;Ini sangat politis, kasian orang korban tsunami Aceh secara terus menerus jadi mangsa kapitalis. Acara serimonial seperti ini kalaupun mau dibuat harus diAceh atau Nias, &#8221; ingat Indra.</p>
<p>PEMDA atau rakyat mestinya harus lebih peka jangan terjebak pola politisi dan ekonomi pusat atau Jakarta. Kita terus dibodohi, pola-pola individualisme, materialisme, kapitalisme seperti ini sudah merusak tatanan moral dan budaya Aceh.  Kalau tujuan hanya ingin memperkenalkan kembali kepada NGO/lembaga donor yang terlibat di Aceh kurang lebih 500 buah dengan keterlibatn 50  negara kami kira sudah tidak perlu lagi. &#8220;Aceh sudah cukup terkenal apalagi setelah konflik dan tsunami. Kalau memang acara seperti ini dipaksa dibuat ya mesti di Aceh  agar bisa langsung dilihat keberhasilan dan kelemahan bukan menjauh dari realitas yang sebenarnya,&#8221;  tukas Kamaruddin dan Indra kompak.</p>
<p>Kontak Person<br />
Kamaruddin Hasan 081395029273<br />
Indra Gunawan 085214716575</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/znain.wordpress.com/361/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/znain.wordpress.com/361/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/znain.wordpress.com/361/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/znain.wordpress.com/361/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/znain.wordpress.com/361/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/znain.wordpress.com/361/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/znain.wordpress.com/361/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/znain.wordpress.com/361/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/znain.wordpress.com/361/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/znain.wordpress.com/361/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/znain.wordpress.com/361/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/znain.wordpress.com/361/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/znain.wordpress.com/361/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/znain.wordpress.com/361/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=znain.wordpress.com&amp;blog=3244408&amp;post=361&amp;subd=znain&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://znain.wordpress.com/2009/02/15/siaran-pers-intelektual-aceh-pertanyakan-data-brr/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5ec89e2709abbd53fa0fdacd80a1b215?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">znain</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://znain.files.wordpress.com/2009/02/ssl16705.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Kamaruddin Hasan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Said Akram : Dari Air ke Identitas Budaya</title>
		<link>http://znain.wordpress.com/2008/12/07/said-akram-dari-air-ke-identitas-budaya/</link>
		<comments>http://znain.wordpress.com/2008/12/07/said-akram-dari-air-ke-identitas-budaya/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 07 Dec 2008 08:23:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>znain</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://znain.wordpress.com/?p=331</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Teuku Kemal Fasya &#8220;Ketua Komunitas Peradaban Aceh&#8221;,,, ditulis pada Pameran Tunggal Karya-karya Said Akram di Galnas 04- 16 Desember 2008 Setiap kali melihat lukisan, selalu ada proses &#8220;belajar&#8221; untuk mencerna forma visual, baik bentuk, grafis, garis, komposisi, dan warna yang digunakan. Lukisan berbeda dengan cetakan image foto, yang hanya mencengkram ide natural dengan teknik [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=znain.wordpress.com&amp;blog=3244408&amp;post=331&amp;subd=znain&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh: Teuku Kemal Fasya &#8220;<em>Ketua Komunitas Peradaban Aceh&#8221;,,,</em></p>
<p>ditulis pada Pameran Tunggal Karya-karya Said Akram di Galnas 04- 16 Desember 2008</p>
<p>Setiap kali melihat lukisan, selalu ada proses &#8220;belajar&#8221; untuk mencerna forma visual, baik bentuk, grafis, garis, komposisi, dan warna yang digunakan. Lukisan berbeda dengan cetakan image foto, yang hanya mencengkram ide natural dengan teknik digital dan menghadirkannya kembali  secara asli.</p>
<p>Pernyataan ini bukan bermaksud mendiskreditkan para fotografer yang juga membutuhkan teknik, angle, fokus, pencahayaan, dsb ketika mengabadikan momen dan tindakan alam. Namun, pelukis jelas membutuhkan lebih banyak dari fotografer. Ia harus luwes dan sabar dengan teknik, imajinasi, dan kontekstualisasi terhadap ide dan konsep yang dipikir dan dirasakannya. Itulah yang menjadi &#8220;baik&#8221; dan &#8220;indah&#8221; dalam ekspresi lukisan.</p>
<p>Para perupa musti sekuat tenaga memenangkan pertarungan estetika dan artistika melalui teknik yang dimilikinya agar hadir &#8220;sempurna&#8221; dan &#8220;tuntas&#8221; di atas kanfas. Pertarungan itu nyaris dilakukan sendirian: memendam dan memuntahkannya secara bersamaan. Kali ini mata kita akan diajak untuk berpetualang pada pengalaman melihat lukisan (sebagian besar) Said Akram, seorang pelukis kelahiran Aceh.</p>
<p><span id="more-331"></span></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Religiositas Kaligrafi</strong></p>
<p>Apa yang menyebabkan lukisan kaligrafi Said Akram menarik? Pertama, ia adalah generasi terakhir yang konsisten dengan pilihan lukisan khattiya ini pasca-Sadali, dan A.D. Pirous. Akram memiliki zamannya sendiri untuk menilai dan berekspresi pada aliran ini sehingga melahirkan karya-karya inovatifnya yang orisinil, tidak mengekor kepada para pendahulu.</p>
<p>Kedua, Akram adalah anak yang telah dimandikan oleh nilai-nilai religiositas yang kuat. Putera Aceh yang basah dengan tradisi Islam puritan. Ayahnya pakar kaligrafi terkenal di Aceh. Pernah dalam satu masa saya diajarkan menyentuh huruf indah Arab ini oleh Said Ali, sang ayah. Memori pedagogis itu masih terasa efek membrannya hingga kini.</p>
<p>Sebagai seorang muslim, sistem pengajaran nilai-nilai Islam memang dipancangkan melalui pendidikan hifdz (menghafal/mnemonia), iqra&#8217; (membaca), dan kitabiya (menulis).</p>
<p>Pada awalnya sang anak diajarkan menghafalkan ayat-ayat pendek dan doa-doa sehari-hari. Setelah itu diperkenalkan pada hijahiya (literasi Arab), dan terakhir diajarkan kitabiya, menuliskan tulisan Arab dengan tepat dan indah.</p>
<p>Hanya anak-anak yang memiliki nurani estetikalah (aesthetic conscience) yang &#8220;memenangkan&#8221; proses itu, dan di usia kematangannya menjadi seniman. Salah satu yang sangat berhasil dalam proses belajar itu adalah Said Akram. Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta menambah erat pertautan antara bakat dengan disiplin atas estestika. Secara teori dan teknik.</p>
<p>Pergulatan Akram dengan lukisan kaligrafi adalah proses penelusuran lebih lanjut, terutama pada aspek estetika seni rupa yang digelutinya. Tidak sekedar melukiskan kaligrafi, tapi mencari tipologi, representasi konsepsional, karakter, dan identitas yang tepat baginya. Akhirnya tampillah lukisan kaligrafi yang &#8220;cair&#8221;, yang berair, karena memang berkonsep air. Ketekunannya dalam menformasi ayat-ayat Al-Quran, yang menjadi moral principle religiositas terasa tepat. Bukan hanya tempelan dari pilin-pilin sementara, tapi identitas permanen yang membawa dirinya berlabuh sampai jauh.  Identitas itulah yang menjadi politik makna (politic of meaning) dalam memahami lukisan-lukisan Akram.</p>
<p>Tapi pilihan ini tentu saja mengandung resiko. Lukisan kaligrafi di tengah sosiologi masyarakat yang masih berislam secara konvensional, serba simbol, dan magis, akan bernasib sama dengan master piece lukisan dinding Leonardo Da Vinci, Last Supper (Perjamuan Terakhir) bagi masyarakat Katolik Italia abad pertengahan. Pemujaan atas politik makna (politic of signification) lukisan terlalu besar dan membungkam daya artistik lukisan yang hadir. Salah-salah bisa dianggap aji mumpung. Numpang nebeng ketika politik Islam sedang berkibar-kibar, pasca keberhasilan pemberlakuan perda Syariat Islam dan UU Anti-Pornografi. Tentu lukisan kaligrafi islami ini akan laku keras. Terbukti, pendopo bupati dan gubernur di daerah-daerah yang mengusung ide Syariat Islam, lebih memilih memperkaya interiornya dengan lukisan kaligrafi dibandingkan lukisan abstrak atau surealis. Satu hal, karena mata umum tidak sanggup mencernanya, dan lainnya  karena itu adalah urusan komunitas avant-gardism : para seniman dan penikmat modern yang berselera tinggi saja. Di samping itu, mengusung lukisan kaligrafi terbukti ampuh menabalkan identitas keimanan, kesalehan, ketundukan atas duniawi bagi sang pemiliknya.</p>
<p>Namun, lukisan Akram ini berbeda. Atau paling tidak memiliki fungsi yang berbeda jika dihubungkan dengan alur popisme atau konsumerisme pasar kaligrafi pada umumnya. Formasi air dan gaya surealisme yang pantulkan oleh warna-warna yang kontras merah, hijau, dan biru menunjukkan sisi psikologinya yang tegas. Bukan hanya pada pilihan warna tapi juga pilihan Islamnya.</p>
<p>Penegasan yang mungkin bermakna bahwa identitas Said Akram-Islam-Aceh jelas berbeda dengan identitas Islam para pelukis nasional lainnya. Warna creol (bukan warna dasar) hampir jarang digunakan, kecuali untuk huruf-huruf Arab &#8211; menunjukkan Islam memang telah menjadi sebuah arena pikir, rasa, dan percaya (a way of thinking, feeling, and believing) yang khusus baginya dan tidak ditoleransi dengan memberikan unsur profan lain.</p>
<p>Meskipun demikian, keislaman yang dipilihnya juga bukan Islam Arab yang sangat konstruksionis, kaku dan miskin budaya. Jika di Timur-tengah, lukisan kaligrafi ini tentu sudah dianggap sebagai bid&#8217;ah.</p>
<p>Islam yang dipilih Akram adalah &#8211; memakai istilah Benedict Anderson &#8211; &#8220;archaic magical&#8221;, Islam yang memberikan nuansa magis terkuno, yang pertama didapatkan oleh setiap manusia ketika berhubungan dengan Allah. Archaic magical adalah musuh terbesar feodalisme agama yang tumbuh kemudian. Itulah agama hanif, ketika agama belum menjadi kamar-kamar yang menyusahkan. Ketika ia menjadi inspirasi dibanding rejim, sebagaimana tersurat dalam lukisan Iqra (1998).</p>
<p>Estetika kaligrafi yang dipilih ini menjadi totalitasnya dalam memahami seni sebagai jalan untuk mencipta dan memperindah. Hijahiya yang memang sudah indah itu harus lebih diperindah, karena &#8220;Allah itu indah, dan menyukai hal yang indah-indah&#8221; (hadist). Misi profetis ini tentu dipahami oleh Akram bukan semata jalan mencipta keindahan hedonis, tetapi mencari jalur yang lebih sulit dan jarang ditapaki : keindahan spiritual. Ini pulalah yang menjadi prinsip utama ide tentang estetika yang telah kita kenal sejak Aristoteles, yaitu menghadirkan ciptaan-ciptaan Tuhan dengan campur tangan seniman menjadi lebih indah, alamiah, nikmat, manusiawi, sekaligus lebih spiritualis.</p>
<p>Penghadiran lukisan Akram dalam pameran ini menunjukkan aura magis baru. Aura magis itu terasa sangat religios, sangat ukhrawi. Representasi lukisan dengan warna-warna yang ceria, sejuk, dan terang menunjukkan juga bahwa Akram tidak bermain-main dengan  ironi; pengambaran sesuatu dengan sisi ekstrimnya. Ia menampilkan lukisan kaligrafi ini dengan maksud yang juga terasa sangat mulia.</p>
<p>Siapapun yang melihat mungkin setuju atas sikap  indera visual masing-masing ketika menjumpai lukisan Asy Syuara 12 (2005), At Thalaaq 7 (2008), Ali Imran 109 (2007) dengan warna birunya atau lukisan Al Hajj 77 (2008) dengan latar hitam dan kuning. Tidak sepenuhnya lukisan yang hadir kali ini baru, karena sebenarnya Akram melanjutkan sebagian besar proses pengembaraannya atas komposisi kaligrafi ini sejak 1992 ketika terinspirasi oleh titik-titik hujan. Air memang memberikan banyak inspirasi, karena air bersifat lentur, persis seperti peradaban yang gemilang. Seperti dalam, dalam Islam air tidak hanya dianggap sebagai simbol kebaikan (lawan dari simbol api yang dianggap kejahatan), namun juga menjadi alat fungsi bersuci (thaharah).</p>
<p>Ayat-ayat yang dipilih dalam lukisan ini juga membenani pesan tersendiri. Q.S. Al Hajj 77 yang dipilih dalam lukisan misalnya. &#8220;Hai orang-orang yang beriman, ruku&#8217;lah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Tuhanmu, dan perbuatlah kebaikan semoga kamu mendapatkan kemenangan&#8221;.</p>
<p>Ayat ini juga berbicara tentang sujud dan ruku&#8217; dalam shalat: ritual utama dalam Islam yang menyimbolkan kepasrahan seseorang kepada Tuhan. Shalat adalah ibadah yang mempersyaratkan wudhu di dalamnya, menggunakan air yang bersih dan suci. Air adalah sebab dan inspirasi utama kehidupan. Hanya yang maha hiduplah (Allah) yang boleh memonopoli kehidupan dan mendaur-ulangnya dalam sejarah alam dan kemanusiaan. Air adalah milik kita yang merdeka.</p>
<p>Tidak semua bersifat seragam. Ada juga lukisan kaligrafi yang keluar dari mainstream, yang menggunakan komposisi dan warna berbeda dari lukisan-lukisan Akram  pada umumnya. Lukisan Ya Tuhanku (2008), Catatan Persitiwa di Bumi Aceh Awal Abad XXI (2003), Siang dan Malam Patuh Padanya (2008) menunjukkan gayanya yang mengurangi tampilan kaligrafi, namun tidak kurang pesan religiosnya.</p>
<p>Said Akram yang tumbuh merdeka dengan benalu impian dan kesenangan. Imajinasi bisa bergerak dan terbang sejauh perasaan hati, karena imajinasi bersifat subtil, yang muncul pelan-pelan dan tak terduga. Karena manusia juga makhluk yang senang bermain-main (homo ludens), tentu tak salah jika sebagian lukisan yang dipamerkan ini juga boleh sama sekali tidak berhubungan dengan kaligrafi dan archaic-magic Islam. Toh, sebagai seniman ia juga perlu coba-coba, termasuk menghasilkan komposisi abstrak dalam surealisme lukisan hitam di atas kanfas putih.</p>
<p>Said Akram alumnus Institut Seni Indonesia Yogyakarta, lulusan tahun 1994 ini adalah wajah masa depan seni lukis kaligrafi Indonesia. Pameran tunggal ini menjadi penting bagi Akram untuk <strong>&#8221; Berbicara Melalui Karya&#8221;</strong>, sekaligus mentasbihkan mazhab dan gaya kaligrafinya dalam percaturan seni lukis kaligrafi dunia.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/znain.wordpress.com/331/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/znain.wordpress.com/331/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/znain.wordpress.com/331/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/znain.wordpress.com/331/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/znain.wordpress.com/331/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/znain.wordpress.com/331/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/znain.wordpress.com/331/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/znain.wordpress.com/331/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/znain.wordpress.com/331/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/znain.wordpress.com/331/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/znain.wordpress.com/331/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/znain.wordpress.com/331/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/znain.wordpress.com/331/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/znain.wordpress.com/331/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=znain.wordpress.com&amp;blog=3244408&amp;post=331&amp;subd=znain&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://znain.wordpress.com/2008/12/07/said-akram-dari-air-ke-identitas-budaya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5ec89e2709abbd53fa0fdacd80a1b215?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">znain</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Untaian Kalam Ilahi….. . .</title>
		<link>http://znain.wordpress.com/2008/12/04/untaian-kalam-ilahi%e2%80%a6/</link>
		<comments>http://znain.wordpress.com/2008/12/04/untaian-kalam-ilahi%e2%80%a6/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Dec 2008 02:10:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>znain</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://znain.wordpress.com/?p=336</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Merwan Yusuf   &#8220;art curator&#8221;,,,, Di tulis pada Pameran Tunggal lukisan Kaligrafi dengan tema “Berbicara melalui Karya”, pada kamis, 04-16 Desember 2008, di Galeri Nasional Indonesia &#8211; Jakarta, Sudah sejak awal memang lukisan atau drawing yang menggambarkan tentang tanda tanda dalam bentuk yang mempunyai arti tersendiri dan mewakili suatu ide dan ungkapan, adalah temuan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=znain.wordpress.com&amp;blog=3244408&amp;post=336&amp;subd=znain&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh : Merwan Yusuf   &#8220;<em>art curator&#8221;,,,, </em></p>
<p>Di tulis pada Pameran Tunggal lukisan Kaligrafi dengan tema <strong><em>“Berbicara melalui Karya”,</em></strong> pada kamis, 04-16 Desember 2008, di Galeri Nasional Indonesia &#8211; Jakarta,</p>
<p>Sudah sejak awal memang lukisan atau drawing yang menggambarkan tentang tanda tanda dalam bentuk yang mempunyai arti tersendiri dan mewakili suatu ide dan ungkapan, adalah temuan pertama manusia untuk mewujudkan kemampuan mencipta yang ditujukan untuk berkomunikasi dan berinteraksi dengan sesama.</p>
<p>Gambar juga dapat dikaitkan dengan struktur kepercayaan yang mulai berkembang pada manusia purba. Disamping itu gambar diyakini berperan sebagai suatu kekuatan yang tidak terlihat. Bentuk komunikasi yang awal terlihat pada peninggalan lukisan di dinding dinding gua, banyak menggunakan elemen garis, titik, dan sapuan warna sederhana seperti ocher, hitam, putih, merah.</p>
<p><span id="more-336"></span></p>
<p>Perkembangan lukisan ini terus berlanjut sampai kepada bentuk yang melekat langsung pada tubuh atau rajah, sekarang dikenal sebagai tato. Bentuk elemen rajah ini pada suku suku tertentu lebih bersifat mengisi ruang dengan penggambaran elemen dekoratif seperti garis, titik, lingkaran, dll.</p>
<p>Periode berikutnya manusia menemukan yang paling dahsyat dalam sejarah peradaban adalah menciptakan suatu sistem tanda yang disepakati bersama untuk saling memudahkan berkomunikasi dengan melibatkan unsur &#8220;bentuk (visual)&#8221;, &#8220;suara (audio)&#8221;, &amp; &#8220;isyarat (gesture)&#8221;.</p>
<p>Perkembangannya kemudian yang paling mutakhir adalah lahirnya suatu sistem bahasa dan tulisan yang berkembang saling berbeda pada tiap daerah dan kebudayaan yang merupakan ekspresi dari suatu peradaban yang melibatkan etnis dan budaya tertentu, yang kemudian mengubah jalannya sejarah peradaban menuju masa yang lebih dinamis dan revolusioner. Akibat dari makin berkembangnya sistem bahasa dan tulisan tersebut maka perlahan lahan terjadi runtuhnya sekat sekat pemisah yang makin memudahkan manusia untuk saling berkomunikasi di segenap penjuru dunia.</p>
<p>Bentuk lain dari kemampuan untuk mewujudkan ide ide dan pemikiran dapat dituangkan melalui bahasa dan tulisan, maka berkembanglah ke bidang bidang lain yang lebih luas dan kaya seperti pencatatan sejarah, perkembangan peradaban dan kebudayaan, keilmuan pertanian, kesehatan, dan juga sistem kepercayaan yang berkembang menjadi sistem keagamaan. Kembali pada pemahaman antara simbolisasi lukisan dan tulisan terjalin hubungan yang sangat dekat seperti kakak beradik, hal ini untuk menyatakan betapa dekatnya antara ekspresi satu dan lainnya yang saling mendukung.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>SENIMAN</strong></p>
<p>Setelah menyelesaikan pendidikan formal di Aceh, Said Akram melanjutkan pendidikan tinggi di ISI Yogyakarta. Di kota ini ia mulai banyak belajar dan mengenal kehidupan dengan sesama mahasiswa guru dan rekan rekan seniman dari berbagai tempat di Indonesia yang banyak berdomisili di kota pelajar itu.</p>
<p>Pergaulan dan interaksi dengan berbagai kalangan yang beraneka ragam latar belakang tentunya telah memperkaya cara pandang dan memperluas horison Said Akram dalam memahami dan turut membentuk seni lukisnya dikemudian hari.</p>
<p>Pilihannya ternyata berujung pada kemampuan yang sudah dia kuasai sebelumnya yaitu penulisan dengan menggunakan aksara arab. Sejak semula memang menurut rekan sesama mahasiswa seangkatannya dan staf pengajar di ISI pada waktu itu, ia sudah tertarik dengan lukisan kaligrafi.</p>
<p>Hal tersebut tentunya tidak aneh dan sangat beralasan mengingat dari ayahnyalah ia mendapat pendidikan yang sangat lengkap dan luas mengenai pengetahuan agama Islam, khususnya mengenai bidang penulisan kaligrafi.</p>
<p>Ayah beliau dikenal luas sebagai seorang sebagai seorang yang paham sejarah Islam dan sekaligus sebagai seorang &#8220;Pentasih&#8221; nasional yaitu suatu keahlian yang dapat membaca dengan benar dan mengkoreksi tulisan tulisan arab sehingga dengan demikian memperkecil ruang kesalahan tanda baca yang dapat berakibat pada kesalahan arti. Beliau sering dimintakan jasanya pada acara acara besar perhelatan yang bernuansa Islami seperti di Festival Istiqlal, MTQ dll.</p>
<p>Pameran Kaligrafi Tunggal Said Akram yang sekarang berlangsung di Galeri Nasional ini, merupakan sebuah terobosan yang sangat membantu dalam membangun keaneka ragaman ekspresi dan dinamika berkesenian untuk lebih mewarnai kemajemukan kegiatan seni lukis dewasa ini yang lebih banyak didominasi oleh pameran pameran lukisan figuratif yang berasal dari dalam negeri maupun dari luar negeri, umumnya  berasal dari perupa China yang silih berganti dilangsungkan di Galeri Nasional ini.</p>
<p>Kehadiran Pameran Tunggal pelukis kaligrafi Said Akram di Galeri Nasional ini adalah merupakan sebuah keberhasilan yang sangat luar biasa menilik pameran tunggal dari kalangan pelukis kaligrafi sebelumnya hanya dilaksanakan oleh pelukis A.D Pirous saja yang melakukan hajatan besarnya dalam sebuah pameran akbar yang berdimensi <em>retrospektif</em> beberapa tahun lalu.</p>
<p>Sebelumnya kita hanya dapat menyaksikan lukisan kaligrafi di pajang di Galeri Nasional dalam sebuah acara pameran bersama, sebagai salah satu karya peserta yang berbaur dengan bentuk dan citra lukisan figuratif, abstrak, dekoratif dll. Kali ini adalah pameran tunggal kaligrafi yang pertama secara menyeluruh memamerkan karya karya pribadi dari seorang pelukis kaligrafi generasi kedua setelah Sadali, Pirous dan Amang Rahman.</p>
<p>Pameran ini telah dipersiapkan oleh Said Akram dalam kurun waktu yang cukup lama, dengan jumlah karya yang berkualitas dan cukup memadai untuk diseleksi hingga bisa mengisi luasnya ruang ruang pamer di Galnas.</p>
<p>Masih bertahannya lukisan kaligrafi di kancah nasional merupakan sesuatu yang layak di acungkan jempol mengingat demikian derasnya karya seni lukis akhir akhir ini yang cenderung berorientasi ke lukisan lukisan figuratif, dan kalaupun beraksara lebih banyak memakai huruf latin. Keadaan ini memang tak bisa disangkal lagi karena pasar juga melahap karya karya yang sifatnya umum yaitu figuratif bahkan imitatif dan sebagian mengarah kewilayah lukisan Grafiti.</p>
<p>Hal ini disebabkan oleh kemudahan lalu lintas informasi mengenai pencitraan bentuk dan penyebaran wacana yang diterima oleh seniman indonesia yang juga menginginkan berada dijalur yang sama dengan kegiatan seni yang berada di Eropa dan Amerika. China yang telah membuka dirinya secara luas dalam bidang senirupa juga menyerap gaya senilukis yang berasal dari Eropa dan Amerika tetapi tidak lupa menyertakan gaya klasik China baik yang masih tradisionil maupun yang sudah mendapat pengaruh komunis dan sosialis lainnya.</p>
<p>Pelukis pelukis dari cina ini menyerbu seperti serangan fajar keberbagai penjuru dunia untuk memperkenalkan lukisan lukisan mereka yang didukung oleh kemampuan teknis, finansial dan media informasi yg luar biasa baik dari sponsor galeri maupun negara yang kemakmurannya makin membaik.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>KARYA</strong></p>
<p>Said Akram adalah salah satu dari perupa kaligrafi nasional yang tetap bertahan dan konsisten ditengah tengah serbuan badai senilukis kontemporer seperti sudah diutarakan diatas tadi. Ia memilih bekarya ditempat asalnya di kota Banda Aceh, Nangroe Aceh Darussallam. Ditempat inilah ia bekerja yang didukung dengan suasana yang lebih kondusif baik dari keluarga dan lingkungan untuk bisa lebih fokus dan berkontemplasi mewujudkan ide dan gagasan yang nantinya akan direalisir menjadi karya visual. Sudah sejak lulus dari ISI Yogyakarta dan berkiprah sebagai <em>professional artist</em> ia sangat dikenal dengan style lukisan lukisan kaligrafi yang menonjolkan dan mengambil efek lelehan air atau akar yang membulat dan mengalir, ia berhasil keluar dari kepungan pakem pakem penulisan kaligrafi baku yang pernah ada sebelumnya. Bentuk olahan kaligrafi yang seperti itu kemudian memunculkan ciri khas kaligrafi yang memaksimalkan terbentuknya volume dan efek grafitasi.</p>
<p>Elemen yang saling merajut dan mengikat serta penerapan <em>layer</em> dan lapisan atas-bawah membentuk volume antar elemen elemen tulisan. Efek grafitasi dapat dilihat pada terbangunnya kesan kaligrafi yang turun dari atas / langit (Esa) dan penggunaan bayangan yang senantiasa hadir disetiap samping alur kaligrafi yang dibentuk dan mengalir tidak terputus ditujukan untuk memaksimalkan kesan tiga dimensional.</p>
<p>Di beberapa karyanya komposisi yang mengarah pada keseimbangan visual sangat terasa, boleh jadi keseimbangan yang dimaksud adalah keseimbangan sisi spiritual yang mengingatkan manusia untuk menyikapi hidup selaras dengan alam dan sang pencipta.</p>
<p>Ia juga mengartikulasikan penggambaran cahaya (Nur) didalam lukisannya yang menyiratkan suatu cahaya Ilahi yang hadir datang dalam lukisannya. Selain ungkapan keindahan kaligrafi yang kasat mata tetapi juga mempunyai kandungan energi yang kuat sebagai penuntun dan sering diartikan sebagai firman Allah yang mempunyai kemampuan untuk mendatangkan keberuntungan dan penyembuhan kepada manusia, selain itu dipercaya sebagai penolak bala bagi orang orang yang bermaksud jahat, apabila memajang ayat ayat tersebut dirumahnya.</p>
<p>Dalam hal pemilihan warna ia sangat berani, Said tidak segan menggunakan warna warna kuat yang segar untuk mengangkat tulisan kaligrafinya hingga menjadi lebih atraktif. Bila menyaksikan lukisan lukisan lain yang dikerjakan Said, kita diundang untuk masuk membangun ruang ruang imajiner atau membawa kita kedalam suasana yang sangat kontemplatif dan asosiatif kepada dunia yang spiritual dan ekspresif penuh tenaga dan bergerak bergemuruh secara eksplosif.</p>
<p>Mungkin hal tersebut dapat mengingatkan kita tentang dahsyatnya gelombang Tsunami yang pernah menghantam daerah pesisir Aceh beberapa tahun yang lalu. Sebuah ajakan <em>introspektif</em> untuk masing masing pribadi dan sekaligus sebagai sebuah pesan yang ingin disampaikan Said Akram kepada kita semua betapa rapuhnya hidup ini.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>PENUTUP</strong></p>
<p>Tak pelak lagi karya karya yang di hadirkan Said Akram diruang pameran tunggalnya di Galeri Nasional mengandung pesan pesan moral dan spiritual melalui ekspresi keindahan huruf dari ayat ayat Al Quran dan penggambaran bentuk alam yang tercabik cabik. Ia juga mengajak kita untuk menikmati dan mengapresiasi dunia huruf arab dan kaligrafi baru yang menjadi style pribadinya. Said adalah salah seorang kontributor pengayaan corak kaligrafi yang sangat personal serta telah memperkaya khasanah seni lukis kaligrafi Nasional maupun Internasional.</p>
<p>Keteguhannya untuk terus setia berkiprah pada seni kaligrafi patut di acungkan jempol walaupun sangat jarang kita saksikan karya karya semacam ini dapat beredar dibalai balai lelang ternama, namun hal tersebut tidak menyurutkan hatinya untuk terus bekarya dijalur yang sudah dipilihnya ini. Keteguhan hati dan sikap mental yang diperlihatkan Said Akram yang tidak gampang menyerah bisa kita ambil sebagai sebuah pelajaran bermanfaat  dalam pembentukan karakter diri dalam menjalankan profesi sehari hari.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/znain.wordpress.com/336/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/znain.wordpress.com/336/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/znain.wordpress.com/336/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/znain.wordpress.com/336/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/znain.wordpress.com/336/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/znain.wordpress.com/336/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/znain.wordpress.com/336/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/znain.wordpress.com/336/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/znain.wordpress.com/336/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/znain.wordpress.com/336/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/znain.wordpress.com/336/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/znain.wordpress.com/336/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/znain.wordpress.com/336/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/znain.wordpress.com/336/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=znain.wordpress.com&amp;blog=3244408&amp;post=336&amp;subd=znain&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://znain.wordpress.com/2008/12/04/untaian-kalam-ilahi%e2%80%a6/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5ec89e2709abbd53fa0fdacd80a1b215?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">znain</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Siaran Perss : Pameran Tunggal Lukisan Kaligrafi  Karya-karya Said Akram</title>
		<link>http://znain.wordpress.com/2008/12/03/siaran-perss/</link>
		<comments>http://znain.wordpress.com/2008/12/03/siaran-perss/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Dec 2008 07:07:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>znain</dc:creator>
				<category><![CDATA[New's Report]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://znain.wordpress.com/?p=326</guid>
		<description><![CDATA[&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;- Jakarta &#8211; Said Akram adalah salah satu dari perupa kaligrafi nasional yang tetap bertahan dan konsisten ditengah tengah serbuan badai senilukis kontemporer dikenal dengan style lukisan lukisan kaligrafi yang menonjolkan dan mengambil efek lelehan air atau akar yang membulat dan mengalir. Akram studio yang bekerjasama dengan Galeri Nasional  akan menggelar Pameran Tunggal lukisan Kaligrafi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=znain.wordpress.com&amp;blog=3244408&amp;post=326&amp;subd=znain&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:left;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="SV">&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;"><span style="font-size:11pt;" lang="EN-GB"><a href="http://znain.files.wordpress.com/2008/12/said-sp.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-327" title="said-sp" src="http://znain.files.wordpress.com/2008/12/said-sp.jpg?w=270&#038;h=210" alt="said-sp" width="270" height="210" /></a></span></p>
<p class="MsoNormal">Jakarta &#8211; Said Akram adalah salah satu dari perupa kaligrafi nasional yang tetap bertahan dan konsisten ditengah tengah serbuan badai senilukis kontemporer dikenal dengan style lukisan lukisan kaligrafi yang menonjolkan dan mengambil efek lelehan air atau akar yang membulat dan mengalir. Akram studio yang bekerjasama dengan Galeri Nasional  akan menggelar Pameran Tunggal lukisan Kaligrafi dengan tema <strong><em>&#8220;Berbicara melalui Karya&#8221;,</em></strong> pada kamis (04/12) pukul 20.00, WIB diresmikan oleh Bapak DR. H. MS. Kaban, Menteri Kehutanan Republik Indonesia, dan pidato kebudyaan akan disampaikan oleh Bapak A.D. Pirous, bertempat di Galeri Nasional Indonesia Jln. Medan merdeka Timur No.14 Jakarta, pemeran akan berlangsung sejak pembukaan kamis, (04/12) sampai dengan tanggal (16/12). Sebut Said Akram Kepada Wartawan, Rabu (03/12)</p>
<p class="MsoNormal"><span id="more-326"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-GB">Said Akram Menjelaskan Kehadiran Pameran Tunggal ini adalah merupakan sebuah keberhasilan yang sangat luar biasa menilik pameran tunggal dari kalangan pelukis kaligrafi sebelumnya hanya dilaksanakan oleh pelukis A.D Pirous saja yang melakukan hajatan besarnya dalam sebuah pameran akbar yang berdimensi <em>retrospektif</em> beberapa tahun lalu. Ini merupakan sebuah terobosan yang sangat membantu dalam membangun keaneka ragaman ekspresi dan dinamika berkesenian untuk lebih mewarnai kemajemukan kegiatan seni lukis dewasa ini yang lebih banyak didominasi oleh pameran pameran lukisan figuratif yang berasal dari dalam negeri maupun dari luar negeri, umumnya berasal dari perupa China yang silih berganti dilangsungkan di Galeri Nasional ini. Jelas Alumni ISI jokjakarta ini.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-GB"><br />
</span></p>
<p>Merwan Yusuf sebagai <em>art curator </em>Pameran tunggal Said Akram, beliau mengatakan sudah sejak awal memang lukisan atau drawing yang menggambarkan tentang tanda tanda dalam bentuk yang mempunyai arti tersendiri dan mewakili suatu ide dan ungkapan, adalah temuan pertama manusia untuk mewujudkan kemampuan mencipta yang ditujukan untuk berkomunikasi dan berinteraksi dengan sesama. Said Akram adalah salah satu dari perupa kaligrafi nasional yang tetap bertahan dan konsisten ditengah tengah serbuan badai senilukis kontemporer, Aceh menjadi tempat ia bekerja dengan suasana yang lebih kondusif dan lingkungan untuk bisa lebih fokus dan berkontemplasi mewujudkan ide dan gagasan yang nantinya akan direalisir menjadi karya visual. Sudah sejak lulus dari ISI Yogyakarta dan berkiprah sebagai <em>professional artist</em> ia sangat dikenal dengan style lukisan lukisan kaligrafi yang menonjolkan dan mengambil efek lelehan air atau akar yang membulat dan mengalir, ia berhasil keluar dari kepungan pakem pakem penulisan kaligrafi baku yang pernah ada sebelumnya. Bentuk olahan kaligrafi yang seperti itu kemudian memunculkan ciri khas kaligrafi yang memaksimalkan terbentuknya volume dan efek grafitasi.</p>
<p>Merwan Menambahkan, Karya karya yang di hadirkan said akram diruang pameran tunggalnya di Galeri Nasional mengandung pesan pesan moral dan spiritual melalui ekspresi keindahan huruf dari ayat ayat Al Quran dan penggambaran bentuk alam yang tercabik cabik. Ia juga mengajak kita untuk menikmati dan mengapresiasi dunia huruf arab dan kaligrafi baru yang menjadi style pribadinya. Said adalah salah seorang kontributor pengayaan corak kaligrafi yang sangat personal serta telah memperkaya khasanah seni lukis kaligrafi Nasional maupun Internasional, sebut Art curator ini.</p>
<p>Akram seorang pelukis kelahiran Pidie, Aceh. Merupakan generasi terakhir yang konsisten dengan pilihan lukisan khattiya ini pasca-Sadali, dan A.D. Pirous. Akram memiliki zamannya sendiri untuk menilai dan berekspresi pada aliran ini sehingga melahirkan karya-karya inovatifnya yang orisinil, tidak mengekor kepada para pendahulu. Akram adalah anak yang telah dimandikan oleh nilai-nilai religiositas yang kuat. Putera Aceh yang basah dengan tradisi Islam puritan. Ayahnya pakar kaligrafi terkenal, beliau dikenal luas sebagai seorang yang paham sejarah Islam dan sekaligus sebagai seorang &#8220;Pentasih&#8221; nasional yaitu suatu keahlian yang dapat membaca dengan benar dan mengkoreksi tulisan tulisan arab. Said Akram adalah wajah masa depan seni lukis kaligrafi Indonesia. Pameran tunggal ini menjadi penting bagi Akram untuk mentasbihkan mazhab dan gaya kaligrafinya dalam percaturan seni lukis kaligrafi dunia.</p>
<p>Jakarta, 03 Desember  2008</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>SAID AKRAM </strong></p>
<p>Contact Person :<br />
Said  : +6285216653509</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/znain.wordpress.com/326/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/znain.wordpress.com/326/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/znain.wordpress.com/326/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/znain.wordpress.com/326/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/znain.wordpress.com/326/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/znain.wordpress.com/326/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/znain.wordpress.com/326/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/znain.wordpress.com/326/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/znain.wordpress.com/326/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/znain.wordpress.com/326/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/znain.wordpress.com/326/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/znain.wordpress.com/326/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/znain.wordpress.com/326/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/znain.wordpress.com/326/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=znain.wordpress.com&amp;blog=3244408&amp;post=326&amp;subd=znain&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://znain.wordpress.com/2008/12/03/siaran-perss/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5ec89e2709abbd53fa0fdacd80a1b215?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">znain</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://znain.files.wordpress.com/2008/12/said-sp.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">said-sp</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sahur on the road IMAPA cab ciputat</title>
		<link>http://znain.wordpress.com/2008/09/15/sahur-on-the-road-imapa-cab-ciputat/</link>
		<comments>http://znain.wordpress.com/2008/09/15/sahur-on-the-road-imapa-cab-ciputat/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 15 Sep 2008 19:00:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>znain</dc:creator>
				<category><![CDATA[New's Report]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://znain.wordpress.com/?p=294</guid>
		<description><![CDATA[&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212; SIARAN PERS Sahur on the road IMAPA cab ciputat &#8220;berbagi dengan sesama di bulan mulia&#8221; Jakarta – Ikatan Mahasiswa dan Pemuda Aceh Jakarta (IMAPA – Cabang Ciputat) mengadakan sahur on The Road bersama anak-anak jalanan pada Senin (14/9) di mulai pada pukul 01.00 pagi sampai menjelang sahur disepanjang jalan TB Simatupang, jalan Ciputat Raya, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=znain.wordpress.com&amp;blog=3244408&amp;post=294&amp;subd=znain&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;<br />
SIARAN PERS</span>
</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">Sahur on the road IMAPA cab ciputat &#8220;berbagi dengan sesama di bulan mulia&#8221;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:12pt;text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">Jakarta – Ikatan Mahasiswa dan Pemuda Aceh Jakarta (IMAPA – Cabang Ciputat) mengadakan sahur on The Road bersama anak-anak jalanan pada Senin (14/9) di mulai pada pukul 01.00 pagi sampai menjelang sahur disepanjang jalan TB Simatupang, jalan Ciputat Raya, Fatmawati, Ampera Raya, H. Nawi, dan beberapa daerah lainnya di seputaran Jakarta,sebut Panitia Cut Rossa Kepada Wartawan, Senin (15/9) </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:12pt;text-align:justify;"><span id="more-294"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">Cut Rosa menjelaskan bahwa sumbangan makanan dan pakaian layak pakai dalam acara sahur on the road ini adalah bantuan dari masyarakat Aceh yang tinggal wilayah ciputat yang dikumpulkan oleh mahasiswa Aceh yang terhimpun dalam IMAPA. <span> </span>bantuan ini betujuan untuk membantu masyarakat miskin yang hidup dipinggiran kota, masyarakat &#8211; masyarakat yang hidup dipinggir jalan seperti pemulung, pengamen dan lain sebagainya yang berada disebagian wilayah DKI Jakarta. Jelas Cut Rosa</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">Ketua IMAPA Cabang Ciputat </span><span>Denni Arie Mahesa</span><span style="font-family:&quot;"> selanjutnya menjelaskan Kegiatan ini  dilaksanakan dengan menggunakan <span> </span>konvoi <span> </span>enam unit mobil di ikuti lebih kurang oleh 30 peserta dari IMAPA Ciputat dan PP IMAPA serta Kawan-kawan Asrama FOBA<span> </span>dengan melakukan <span> </span>Perjalanan keliling kota Jakarta yang kemudian berakhir di panti asuhan Yayasan Al-Mubarakah di daerah Pondok Cabe untuk sahur bersama-sama dengan anak-anak yatim yang diasuh di yayasan tersebut. IMAPA juga menyerahkan bantuan berupa uang dan pakaian yang dikumpulkan dari Masyarakat Aceh Ciputat dan dari Anggota/mahasiswa Aceh IMAPA Jakarta kemudian diserahkan kepada anak-anak yatim yang diasuh di yayasan almubarakah tersebut, Mudah-mudahan bermanfaat, amin. sebut </span><span>Denni</span><span style="font-family:&quot;">. <span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:12pt;"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;" lang="SV"><br />
</span>
</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">Jakarta, 15 September 2008 </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">Hormat Kami. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;">Panitia Sahur on the road IMAPA cab ciputat</span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Cut Rosa </span></strong></p>
<p class="MsoNormal">
<p>I<span style="font-family:&quot;">nfomasi lebih lanjut dapat menghubungi salah satu Panitia Kegiatan :</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:&quot;">1. Cut Rosa ((secretariat IMAPA)<span> </span>:<span> </span>021-7420252 dan Denni :<span> </span>085218098894</span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/znain.wordpress.com/294/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/znain.wordpress.com/294/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/znain.wordpress.com/294/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/znain.wordpress.com/294/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/znain.wordpress.com/294/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/znain.wordpress.com/294/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/znain.wordpress.com/294/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/znain.wordpress.com/294/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/znain.wordpress.com/294/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/znain.wordpress.com/294/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/znain.wordpress.com/294/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/znain.wordpress.com/294/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/znain.wordpress.com/294/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/znain.wordpress.com/294/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/znain.wordpress.com/294/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/znain.wordpress.com/294/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=znain.wordpress.com&amp;blog=3244408&amp;post=294&amp;subd=znain&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://znain.wordpress.com/2008/09/15/sahur-on-the-road-imapa-cab-ciputat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5ec89e2709abbd53fa0fdacd80a1b215?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">znain</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jadikan perdamaian Aceh penunjang pembangunan</title>
		<link>http://znain.wordpress.com/2008/09/09/jadikan-perdamaian-aceh-penunjang-pembangunan/</link>
		<comments>http://znain.wordpress.com/2008/09/09/jadikan-perdamaian-aceh-penunjang-pembangunan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Sep 2008 13:15:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>znain</dc:creator>
				<category><![CDATA[New's Report]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://znain.wordpress.com/?p=244</guid>
		<description><![CDATA[Tuesday, 09 September 2008 11:16 WIB WASPADA ONLINE LHOKSEUMAWE &#8211; Perdamaian Aceh simpul penting transformasi konflik menuju proses damai, dan pembangunan yang lebih stabil dan berkelanjutan. Kini, yang tak kalah pentingnya adalah bagaimana mengikat komitmen damai bagi semua (peace process for alI) bukan hanya pihak yang bertikai. Sejak fakta perdamaian ditandatangani 15 Agustus 2005 di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=znain.wordpress.com&amp;blog=3244408&amp;post=244&amp;subd=znain&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Tuesday, 09 September 2008 11:16 WIB</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;color:red;">WASPADA ONLINE</span></p>
<p style="text-align:justify;">LHOKSEUMAWE &#8211; Perdamaian Aceh simpul penting transformasi konflik menuju proses damai, dan pembangunan yang lebih stabil dan berkelanjutan.</p>
<p style="text-align:justify;">Kini, yang tak kalah pentingnya adalah bagaimana mengikat komitmen damai bagi semua (peace process for alI) bukan hanya pihak yang bertikai. Sejak fakta perdamaian ditandatangani 15 Agustus 2005 di Helsinki, nafas persengketaan dan permusuhan yang telah berakar lebih dari 30 tahun di Aceh mulai berhenti.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan angin perubahaan yang jauh lebih signifikan dan makin melegakan, simpul penting transformasi konflik menuju proses damai yang lebih stabil. &#8220;Damai mesti direfleksikan dengan rasa syukur,&#8221; kata Sekretaris Umum Ikatan Mahasiswa Pascasarjana (IMPAS) Aceh– Jakarta , Zulkarnain Abdullah kepada <em><span style="font-family:&quot;">Waspada</span></em>, Senin (8/9).<span id="more-244"></span><br />
<span style="font-family:&quot;"><br />
Pilkada pun melahirkan pemimpin beragam, mulai kelompok yang sebelumnya terbuang, dari siklus kekuasaan (outsider) hingga masyarakat sipil yang dianggap berprestasi untuk menjaga momentum <em><span style="font-family:&quot;">recovery</span></em> Aceh. Katanya, kemenangan calon independen dalam pilkada lalu menunjukkan, besar keinginan masyarakat sipil Aceh untuk menyongsong perubahan politik pemerintahan.</span>
</p>
<p style="text-align:justify;">Hal itu menunjukkan sebuah pengharapan besar adanya visi pembangunan yang lebih mengakar pada kepentingan masyarakat luas, korban dari kebijakan proJakarta di masa lalu, korban konflik, dan rakyat miskin yang tertindas. Disadari atau tidak, konflik Aceh telah berkembang menjadi problem sosial, lanjut Zulkarnain.</p>
<p style="text-align:justify;">Rekonsiliasi merupakan salah satu jalan amat penting untuk ditempuh. Perlu melibatkan semua komponen masyarakat dalam proses kelangsungan perdamaian, sebagai perekat yang dapat mencegah rusaknya perdamaian. Menurutnya, pelibatan masyarakat itu sendiri tercermin dari orientasi pembangunan berbasis pemberdayaan.<br />
<!--[if !supportLineBreakNewLine]--><br />
<!--[endif]-->
</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Berita ini dimuat di Waspada Online silahkan kunjungi website :</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><a href="http://www.waspada.co.id/Berita/Aceh/Jadikan-perdamaian-Aceh-penunjang-pembangunan.html">http://www.waspada.co.id/Berita/Aceh/Jadikan-perdamaian-Aceh-penunjang-pembangunan.html</a></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/znain.wordpress.com/244/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/znain.wordpress.com/244/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/znain.wordpress.com/244/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/znain.wordpress.com/244/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/znain.wordpress.com/244/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/znain.wordpress.com/244/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/znain.wordpress.com/244/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/znain.wordpress.com/244/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/znain.wordpress.com/244/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/znain.wordpress.com/244/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/znain.wordpress.com/244/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/znain.wordpress.com/244/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/znain.wordpress.com/244/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/znain.wordpress.com/244/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/znain.wordpress.com/244/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/znain.wordpress.com/244/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=znain.wordpress.com&amp;blog=3244408&amp;post=244&amp;subd=znain&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://znain.wordpress.com/2008/09/09/jadikan-perdamaian-aceh-penunjang-pembangunan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5ec89e2709abbd53fa0fdacd80a1b215?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">znain</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
