Seni-Budaya Efektif Sebagai Medium Penyampaian Pesan Damai August 26, 2008
Posted by znain in Opini.add a comment
Oleh : Zulkarnaini Abdullah
Memorandum of Understanding / MoU ditandatangani antara RI dan GAM di Helsinki, Finlandia, hal ini untuk mengakhiri konflik di Aceh yang telah berlangsung 30 tahun dan kini memasuki tahun ketiga jalannya proses perdamaian, 15 Agustus 2005. Oleh karena untuk mengapresiasi dan terus menghidupkan nafas dan roh perdamaian harus selalu bersemi dan tumbuh mengembang dan mekar berseri di Aceh.
Namu begitu banyak agenda paska Helsinki yang harus segera ditindaklanjuti. Sebut saja reintegrasi mantan kombatan ke masyarakat, terapi mental bagi survivor konflik, pemapanan regulasi seperti UUPA dan qanun-qanun, pewujudan partai lokal, serta kebijakan antisipatif terhadap gangguan keamanan sporadik, seperti peristiwa di Alue Dua, Nisam (Serambi, 23/03/07). Belum selesai masalah yang ada, kita telah dihadang lagi oleh masalah yang baru aksi-aksi kekerasan pun kian marak seperti aksi teror, dan aksi Mess KPA Diserang, dan pemukulan terhadap anggota Komite Peralihan Aceh (KPA) di Lamdingin Kecamatan Kuta Alam Kota Banda Aceh, Sabtu (23/8) malam,Junaidi | The Globe Journal. siapa di balik semua itu, Kita sering bertanya, tetapi lebih sering lagi kita gagal menemukan jawabannya, atau berpura-pura tidak tahu, demi alasan keselamatan, alasan ekonomi atau alasan-alasan personal lainnya. Sebagai gantinya secara sederhana kita berujar, ada pihak-pihak tertentu (perseorangan atau lembaga) yang tidak menginginkan perdamaian di Aceh terwujud. (more…)
Damai Aceh Sebagai Contoh Keberhasilan Negosiasi Diplomatik Dan Resolusi Konflik Di Indonesia August 18, 2008
Posted by znain in Opini.1 comment so far
Oleh : Zulkarnaini Abdullah
Perjanjian damai antara Pemerintah Republik Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka fakta perdamaian tersebut telah memasuki usia tiga tahun 15 Agustus 2008. Simpul penting transformasi konflik menuju proses damai yang lebih stabil dan berkelanjutan telah dilalui. Kini, yang tak kalah pentingnya adalah bagaimana mengikat komitmen damai bagi semua – peace process for all-, bukan hanya pihak yang bertikai. Sejak fakta perdamaian ditandatangani pada 15 Agustus 2005 di Helsinki, nafas persengketaan dan permusuhan yang telah berakar lebih dari 30 tahun di Aceh mulai berhenti. Ia tergantikan dengan angin perubahaan yang jauh lebih signifikan dan makin melegakan. Simpul penting transformasi konflik menuju proses damai yang lebih stabil dan berkelanjutan telah dilalui. Damai ini mesti direfleksikan dengan rasa syukur oleh seluruh bangsa yang yang bermartabat. Cahaya perdamaian itu makin bersinar ketika pilkada paling demokratis telah mampu memberi ruang baru bagi sirkulasi kekuasaan di Aceh. (more…)
Kegelisahan Industri Kerajinan Aceh Dalam Persaingan Pasar June 16, 2008
Posted by znain in Opini.add a comment
Paska Tsunami telah membawa berkah baru bagi masyarakat Aceh, akan tetapi hanya bagi mereka yang memiliki skill dan kemampuan SDM saja dan tentunya bagi orang-orang yang produktif, kreatif dan inovatif, namun setelah air laut itu sur
ut negeri inipun kembali tenang kemudian menjadi nyaman dari sekian lama dalam perseteruan perang senjata, dan ternyata banyak teman-teman baru yang berdatangan juga teman lama kembali pulang. Sebuah asumsi apakah itu benar atau salah dimana ada persoalan /masalah dan disitulah ada peluang bisnis yang bisa digarap/kerjakan, itulah sebabnya mereka yang produkti dan kreatif tidak akan pernah lari dari persoalan dan permasalahan. Aceh telah melewati masa-masa yg sangat sulit yaitu masalah konflik dan tsunami telah berlalu. mari terus kita jaga dan mamfaatkan damai untuk teruskan pembangunan di Negeri ini dengan sebaik-baiknya. (more…)
Realita & Realistis June 15, 2008
Posted by znain in Opini.add a comment
Hidup ini adalah perjuangan ….perjuangan terkadang tidah harus merasa kalah, Bertahan demi perjuangan memang sebuah proses panjang yang melelahkan, apakah dalam perjuangan hidup sangat diperlukan idealisme dan kemudian apakah tuk mengikuti langkah dan gerak sesuai arus kehidupan, atau kita biarkan mengalir dalam realitas sebenarnya. Bertahan dengan idealisme atau pada keingin untuk meraih materialisme. diantara kelelahan dalam bertahan untuk memilih dan meraih cita dari esensi perjuangan demi mempertahan sebuah kehidupan yg lebih nyata..Realistis.
