Perlukah Bersikap Posseive Terhadap Pasangan August 25, 2008
Posted by znain in Entertiment.Tags: Add new tag
trackback
Bagaimana kita bisa memberika rasa percaya kepada pasangan kita..!!! Sikap percaya dan yakin itulah yang membuat hubungan dapat terus bertahan, karena rasa percaya merupakan kekuatan yang memberikan nilai positif, ketika cinta harus di dasarkan atas dasar kepercayaan. Sikap percaya dan saling berbagi memiliki kekuatan tersendiri dalam membina hubungan, dapat digambarkan pasangan setia satu sama lain jika keduanya cocok, nyambung dalam segala hal, dan nyaman. Serta selalu merasa tenang ketika bersama, pasti hubungan akan selalu awet dan harmonis.
Menunjukan rasa sayang kepada pasangan merupakan hal yang sangat wajar dalam berhubungan asmara, ketika kita mengenali pasangan lewat bahasa tubuh, keseriusan dan kejujuran pasangan melalui raut wajah, ucapan, perbuatan dan perilakunya, dalam proses berjalan bagaimana mengetahui si dia benar-benar mencintai, kalau kita mau teliti dengan kepekaaan serta rasa untuk melihat secara perlahan, bagaimana sehari-hari dia bersikap, kebiasaan – kebiasaan sewaktu bersama, gerak dan bahasa tubuh adalah jawaban kejujuran nya yang tak tebantahkan. Dan bahwa kemudian anda bisa menyimpulkan apakah kekasih atau pasangan anda itu merupakan pasangan yang ideal…?
Haruskah cara menunjukan rasa cinta dan sayang pada pasangan ialah bersikap posesif, tidakkan sikap ini terlalu berlebihan, sebab akan banyak pembatasan atau larangan bagi sejumnlah pasangan. Ketika possessive akan lebih banyak menuntut pasangan kita untuk setia, karena didalam proses asmara begitu kental dengan tuntutan sesuai dengan kemauan dan keinginan masing-masing, Jika mengenai sikap possessive atau rasa possessive hanya mempertahankan keinginanan bukan mempertahankan hubungan, dalam kontek mengekang, Namun menunjukan rasa sayang yang begitu besar terhadapnya. Sikap posesif menjadi keharusan, jika possessive itu dirasa perlu maka tidak perlu menunjukan rasa percaya, seharusnya bersikap sama terhadap perbedaan, justru dari perbedaan dan kekurangang akan saling menutupi satu sama lainnya, tetapi bukan untuk dipermasalahkan, namun hanya untuk saling mengisi. namun baiknya kita juga belajar untuk mau mempercayai kesetiaan pasangan meski hal ini kadang sulit dilakukan.
Jakarta, 28 juni 2005
nyo pu lom, wak?pu tengeh sensitif ngen pasangan nyo, tp analisa dro lon acungin jempol.
menurot lon baca.. nyan na beutoi jih syit.. tp yang kayem ta deunge dan ta kaloen., rasa posesif nyan di pubuet hanya keu i toup kesalahan si ureung yg posesif keu pasangan jih nyak bek curiga keu si posesif beuno…. tp yang paleng mantap bak kisah nyoe adalah gamba model jih nyan….:) hehehe…. oke wak dun… smoga na manpha’at…
possesive memang tidak perlu dalam suatu hubungan yang dilandasi sikap saling percaya,, karena saling percaya itu emas, dan sulit untuk diterapkan apalagi bila pasangan kita long distance.. tapi percayalah bila dia setia…